Beirut,LiputanIslam.com—Pimpinan Hizbullah, Hassan Nasrallah, menyampaikan seruannya pada Senin (5/11) agar rakyat Libanon tetap tenang dan sabar, meski negara sedang mengalami krisis politik akibat mundurnya Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri, dari kursi kekuasaannya.

Ketakutan yang mengguncang stabilitas di negara ini terjadi setelah Hariri mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri melalui sebuah pidato yang disiarkan oleh stasiun televisi di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Pengunduran diri ini merupakan serangan politik atas Iran, sebagai rival Arab Saudi di kawasan Timur Tengah, dan Hizbullah,  partai politik terkuat di Libanon.

Lebih luas, manuver politik ini nampaknya telah diatur oleh para pendukung Hariri, termasuk Arab Saudi, untuk mengisolasi Hizbullah dengan cara mengguncang stabilitas politik di Libanon. Selain itu, Arab Saudi telah menempuh langkah-langkah yang lebih agresif untuk mengekang dominasi Iran di kawasan Timur Tengah.

Konflik Arab Saudi-Iran, telah lama berlangsung di Libanon. Kekhawatiran bahwa Libanon akan menjadi negara baru yang terlibat dalam pusaran konflik, seperti Suriah, mulai bermunculan. Mungkin saja, negara Mediteranian itu akan menghadapi kebangkrutan ekonomi atau bahkan kehancuran.

Pada Senin, Pemerintah Bahrain telah menyeru rakyatnya agar meninggalkan Libanon atas alasan keselamatan. Sementera itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan kekhawatirannya atas pengunduran diri Hariri serta menyeru semua pihak untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Libanon. Nasrallah menyebut pengunduran diri tersebut sangat mengganggu stabilitas di Libanon, ia juga menolak tudingan Hariri atas interfensi Iran di Libanon. Selain itu, ia menyayangkan tindakan Hariri yang membuat deklarasi pengunduran diri dari Arab Saudi, dan berkata, “Kami, Hizbullah, tidak menginginkan  hal ini.”

Sebagai pimpinan partai yang dominan di Libanon, Nasrallah juga menyeru rakyat Libanon untuk tidak menggelar aksi protes di jalan atau aksi-aksi sektarian lainnya, dan tidak takut apalagi khawatir,” ia menambahkan, “perdamaian sipil di Libanon adalah yang paling berharga”. Nasrallah juga berharap agar Hariri segera kembali ke Libanon pada Selasa besok—jika ia diizinkan untuk kembali oleh Arab Saudi—dan berbicara dengan Presiden Michael Aoun, yang belum menerima pengunduran diri tersebut. (fd/ST)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL