Doha,LiputanIslam.com-Tindakan yang diambil bersamaan oleh Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir dalam memutus hubungan dengan Qatar, bisa menimbulkan dampak luas di kawasan.

Sejak hari pertama diumumkannya pemutusan jalur udara, darat, dan laut Qatar dengan negara-negara jiran, warga Qatar menjadi panik dan menyerbu toko-toko bahan pangan. Banyak foto-foto di medsos yang menunjukkan rak-rak supermarket di Qatar yang telah kosong dari bahan makanan dan minuman.

Kendati Qatar adalah negara kaya yang memiliki banyak sumber minyak, namun tanahnya tidak cocok untuk dijadikan lahan pertanian. Nyaris semua bahan pangan di Qatar berasal dari impor.

Theodore Karasik, konsultan senior Pusat Analisis Teluk Persia di Washington, mengatakan,”Qatar bergantung total kepada impor luar negeri. Ketergantungannya kepada bahan pangan impor membuat warganya menyerbu toko-toko dan mengosongkan persediaan di rak-raknya.”

Karasik menyatakan, mayoritas kiriman bahan pangan untuk Qatar harus melewati daerah Arab Saudi.

Di bulan Ramadan, umumnya kebutuhan terhadap bahan pangan melebihi bulan-bulan lain. Pemutusan hubungan diplomatik baru-baru ini memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis pangan di Qatar. Disebutkan bahwa jika hal ini terjadi, Qatar hanya memiliki cadangan pangan untuk tiga hari saja.

Selain masalah pangan, Qatar juga berada di ambang krisis ekonomi. Negara ini memasok sebagian besar kebutuhan infrastrukturnya dari luar negeri. Semua proyek bangunan dan infrastruktur Qatar sangat membutuhkan pasokan impor ini, terlebih saat ini Qatar sedang bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL