Irak Pulang KampungRamadi, LiputanIslam.com — Rakyat Irak berbondong-bondong pulang kampung ke Ramadi, tiga bulan setelah pasukan pemerintan Irak dan pasukan populer berhasil merebut kota ini dari cengkraman kelompok teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Walikota Ramadi, Ibrahim al-Osaj, mengumumkan pada hari Minggu bahwa penduduk yang kembali harus melewati pihak keamanan untuk dicek terlebih dahulu. Ia menambahkan, 12.000 keluarga telah kembali ke Ramadi sejak bulan lalu.

Ia menyebut bahwa warga hanya diizinkan untuk kembali ke area yang telah dibersihkan dari ranjau darat dan bom yang ditanam oleh ISIS sebelum mereka angkat kaki dari kota ini.

“Ada 7 daerah di kota Ramadi yang masih berbahaya bagi warga, karena penuh ranjau dan bom, atau karena daerah itu benar-benar rusak total,” paparnya, seperti dilansir Press TV, (11/4/2016).

Saat ini, otoritas lokal telah memastikan suplai ketersediaan air sebanyak 80% di seluruh kota, telah melakukan perbaikan pada 10 sekolah dan mengakomodasi keluarga yang tidak bisa menghuni rumahnya, untuk sementara tinggal di dalam karavan yang disediakan.

Seperti diketahui, Ramadi adalah ibukota provinsi Anbar, yang berada sekitar 110 km dari Baghdad. Ramadi, yang jatuh ke tangan ISIS pada akhir Mei, berhasil diambil alih pada Desember 2015.

Bagian utara dan barat Irak telah menjadi kawasan yang mencekam dan penuh kekerasan sejak kelompok ISIS mulai melakukan serangan terorisme di teritorial Irak pada Juni 2014. Menurut PBB, lebih dari 3 juta warga terpaksa harus melarikan diri dari kediamannya di Irak sejak Januari 2014.

Pasukan Irak dan Pasukan Populer Hashd Al-Shaabi bergabung untuk mengambil alih wilayah Irak yang dikontrol oleh kelompok teroris. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL