Pyongyang,LiputanIslam.com-Kendati Korut telah menghancurkan terowongan-terowongan uji coba nuklirnya, namun Donald Trump akhirnya membatalkan pertemuannya dengan Kim Jong-un.

Pertemuan yang rencananya diadakan 12 Juni nanti di Singapura itu dibatalkan secara sepihak oleh Trump, padahal sebelum ini dia menyebutnya sebagai “pertemuan bersejarah” dan “raihan penting”: bagi pemerintahannya.

Tidak penting untuk mengetahui apa yang dipikirkan oleh presiden AS ini Namun yang jelas, Trump adalah orang yang tak punya komitmen terhadap aturan, kesepakatan, atau janji apa pun. Lantaran dia memimpin ‘negara terkuat di dunia,’ Trump menganggap wajar jika orang-orang lain harus bertindak sesuai yang ia kehendaki.

Saat kecaman atas keputusan Trump untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) belum reda, kini ditambah dengan langkahnya membatalkan pertemuan dengan Jong-un. Banyak analis berpendapat, Trump di pentas internasional melakukan pekerjaannya dengan menebar ancaman terlebih dahulu, dan di sisi lain, tidak mau menanggung biaya apa pun, terutama biaya materi.

Dengan menerima analisis ini, kita akan sepakat bahwa Iran dan Korut bernasib serupa. Keduanya adalah negara yang praktis tidak takut diancam, dan di sisi lain, tidak mau memberikan keunggulan kepada pihak lain. Dalam setiap perundingan dan negosiasi, Iran serta Korut setidaknya percaya pada win-win solution. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*