Pyongyang,LiputanIslam.com-Menurut laporan kantor berita resmi Korut, Kim Jong-un pada Rabu (30/8) menyebut operasi peluncuran rudal balistik seperti sebuah perang sesungguhnya. Pemimpin Korut ini mengatakan,”Ini adalah langkah pertama operasi militer Korut di Samudera Pasifik, juga merupakan mukadimah penting untuk menyerang pangkalan Amerika di Guam.”

Presiden Amerika, Donald Trump, pada Selasa kemarin (29/8) menyatakan, semua opsi untuk menyikapi tindakan Korut tersedia di atas meja. Menurutnya, dunia telah menerima pesan terakhir Korut secara gamblang dan jelas.

Di hari yang sama, Korsel mengabarkan rudal Korut yang melintasi langit Jepang. Berdasarkan statemen tentara Jepang, posisi rudal itu sangat tinggi dan bukan ancaman bagi Jepang. Sebab itu, tentara Jepang tidak menembak jatuh rudal tersebut.

Sebelumnya, Korut menegaskan tengah mengkaji serangan rudal ke Guam sebagai reaksi atas ancaman Trump.

Pulau Guam bukan bagian dari tanahi Amerika. Meski demikian, pulau ini masuk teritori Amerika sejak tahun 1898. Pulau berpenghuni 160 ribu orang ini hanya seluas 541 kilometer persegi. Namun 30 persen dari Guam merupakan pangkalan militer Amerika. Sekitar 6 ribu serdadu Amerika ditempatkan di pulau kecil ini.

Kedekatan geografis Guam dengan China, Filipina, Jepang, dan Semenanjung Korea mendorong Amerika menjadikannya pangkalan militer di timur Asia. Pulau ini berjarak sekitar tiga ribu kilometer dari Korut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL