Pyongyang,LiputanIslam.com-Pemerintah AS menawarkan proposal untuk mengurangi gudang senjata Korut hingga 60-70 persen. Namun Pyongyang menolak proposal tersebut.

Washington dikabarkan memberi tenggat waktu selama 6 hingga 8 bulan kepada Pyongyang, agar memindahkan sebagian besar persenjataan nuklirnya ke AS atau ke negara ketiga.

Dikutip dari dua pejabat yang mengetahui isi perundingan AS-Korut, Mike Pompeo (menlu AS) telah berbicara dengan para petinggi Korut terkait hal ini selama dua bulan terakhir. Namun dia selalu menghadapi penolakan dari Pyongyang.

Belum jelas apa iming-iming yang diberikan Washington kepada Pyongyang jika proposal mereka diterima.

Meski sudah beberapa bulan berlalu sejak pertemuan Trump dan Kim Jong-un, Pyongyang masih belum memberitahukan jumlah bom nuklir yang dimilikinya kepada Washington.

Pemerintah Trump mengaku, saat ini prioritas mereka adalah mengetahui aspek-aspek gudang persenjataan nuklir Korut.

Sikap Pompeo yang cenderung memaksakan proposal ini disebut-sebut telah merusak atmosfer perundingan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini tentu berlawanan dengan klaim Pompeo yang kerap menyebut perundingan dengan Pyongyang sebagai “perundingan konstruktif.”

Usai lawatan Pompeo ke Pyongyang, kemenlu Korut merilis statemen yang menyebut sikap AS “memprihatinkan” dan “destruktif.”

Sejumlah pernyataan dari pejabat AS dinilai telah membuat Korut kesal hingga mengeruhkan perundingan antara kedua negara.

Salah satunya adalah ucapan John Bolton (penasihan keamanan nasional Trump) beberapa bulan lalu, yang bahkan nyaris menghentikan perundingan damai AS-Korut.

Saat itu, Bolton membandingkan pelucutan senjata nuklir Korut dengan tindakan serupa yang dilakukan di Libya di masa Muammar Qadhafi. Statemen itu kontan memicu reaksi keras dari Pyongyang. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*