Pyongyang,LiputanIslam.com-Kementerian Luar Negeri Korut merespon latihan militer gabungan AS-Korsel dan penggunaan senjata modern dalam latihan tersebut.

Juru bicara kemenlu Korut menegaskan, jika Washington dan Seoul tidak mengindahkan peringatan beruntun Pyongyang, mereka harus membayar mahal untuk itu.”

Dilansir dari Reuters, Korut mengaku pihaknya masih berkomitmen pada jalur diplomatik. Pyongyang akan bersabar hingga akhir tahun dan menantikan melunaknya kebijakan embargo dan tekanan politik Washington.

Baca: Inggris Putuskan Bergabung dengan Koalisi Anti-Iran di Teluk

“Namun jika Washington dan Seoul mengabaikan peringatan-peringatan Pyongyang, kami akan membuat mereka membayar mahal,”ujar juru bicara kemenlu Korut.

Meski Pyongyang telah memberikan peringatan bertubi-tubi, AS dan Korsel pada hari Senin (5/8) telah memulai latihan militer mereka.

Menyusul diadakannya latihan militer gabungan itu, tentara Korsel pada hari Selasa (6/8) mengumumkan, Korut untuk kali keempat dalam rentang kurang dari 2 pekan telah menembakkan rudal-rudal ke arah laut di sepanjang pesisir timur.

Korut telah memberikan peringatan soal latihan militer AS-Korsel sebelum menguji coba rudal-rudalnya. Menurut Pyongyang, latihan militer semacam itu berlawanan dengan kesepakatan diplomatik yang sudah dijalin.

Para pakar berpendapat, aktivitas rudal Korut dilakukan dengan tujuan menambah tekanan atas AS dan Korsel agar menghentikan program latihan militer. Mereka juga berkeyakinan, jika tak ada kemajuan dalam perundingan nuklir AS-Korut, maka Pyongyang akan semakin gigih memamerkan senjata-senjatanya.

Pyongyang menegaskan, selama Washington tidak menghentikan upayanya untuk menjatuhkan pemerintahan Korut, pihaknya tak akan mundur dari program rudal serta nuklirnya. (af/fars)

Baca Juga:

Anggota Kerajaan Larang Saudi Terlibat Perang dengan Iran

Konflik Perbatasan India-Pakistan Kembali Memanas

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*