Seoul,LiputanIslam.com-Korsel pada hari ini (Senin,23/4) menunjukkan langkah nyata dalam proses rekonsialisi dengan Korut, yaitu dengan menghentikan program propaganda anti-Korut di perbatasan kedua negara.

Sejak tahun 1963 hingga sekarang, Korsel menempatkan speaker-speaker di 11 titik perbatasannya dengan Korut. Speaker-speaker ini berfungsi sebagai corong propaganda saat terjadi ketegangan antara Seoul dan Pyongyang.

Dalam beberapa tahun terakhir, speaker-speaker ini digunakan untuk mendiskreditkan pemimpin Korut, Kim Jong-un. Warga Korut juga diseru untuk mencari suaka di Korsel.

Di sisi lain, Korut berupaya meredam propaganda ini dengan memasang speaker-speaker di titik-titik serupa.

Meski Korsel mengaku suara speaker-speaker Korut tidak begitu jelas, namun mereka menyatakan bahwa yang disiarkan adalah slogan-slogan revolusioner dan lagu-lagu tentang Jong-un.

Kemenhan Korsel mengumumkan, program propaganda di perbatasan dihentikan guna mengurangi ketegangan dan menguatkan semangat rekonsiliasi di Semenanjung Korea.

Kemenhan Korsel berharap, langkah ini akan berujung pada berkurangnya tingkat aktivitas propaganda kedua negara.

Tampaknya langkah ini merupakan balasan terhadap keputusan baik Korut baru-baru ini, termasuk rencana untuk menghentikan program nuklir dan rudal.

Sejak 2015, kedua negara mulai melakukan perundingan pertama kali pada tahun ini dan tengah bersiap melangsungkan pertemuan tingkat kepala negara. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*