Damaskus,LiputanIslam.com-Senin (13/2) situs Airwars yang mengamati serangan udara koalisi Amerika di Suriah, merilis laporan tentang jumlah korban sipil akibat serangan udara. Menurut laporan ini, serangan udara koalisi Amerika di bulan Januari menewaskan 254 warga sipil. Sementara di bulan yang sama, ‘hanya’ 48 korban sipil yang tewas akibat serangan udara Rusia.

Kematian warga sipil ini diakibatkan 95 kasus serangan udara Amerika dan 57 serangan udara Rusia.

Laporan ini menyebutkan, tingginya angka korban warga sipil serangan udara koalisi Amerika terjadi saat Washington dan sekutunya terus meningkatkan serangan udara di Irak dan Suriah.

Koalisi Amerika memulai serangan udara sejak tahun 2014 dengan dalih menyerang posisi-posisi ISIS di dua negara ini.

Hingga 30 Desember 2016, Amerika dan sekutunya telah melakukan lebih dari 6 ribu serangan udara di Suriah tanpa seizin Damaskus atau PBB.

Di lain pihak, sejak Oktober 2015, Rusia telah melakukan serangan udara untuk menyerang kelompok teroris atas permintaan Bashar al-Assad, presiden Suriah.

Di awal Januari, militer Amerika mengumumkan telah terjadi 188 ‘kematian tak disengaja’ sejak mereka memulai serangan udara di Suriah. Namun, tampaknya angka ini jauh di bawah statistik jumlah korban sipil yang sebenarnya.

Sebagai contoh, Airwars melaporkan bahwa lebih dari 2100 warga sipil terbunuh di Irak dan Suriah sejak dimulainya serangan udara Amerika.

Hingga kini, Amerika sendiri mengakui serangan terhadap sejumlah warga sipil di Irak dan Suriah. ‘Kelemahan informasi intelijen’ disebut-sebut mereka sebagai penyebab serangan salah sasaran ini. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL