Mogadishu,LiputanIslam.com-Ledakan bom mobil di sebuah pasar di distrik Madina, selatan ibukota Somalia, telah menewaskan 39 orang dan melukai 50 orang lainnya.

Hingga kini, belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan ini.

Aksi teror ini terjadi beberapa jam ancaman yang disampaikan kelompok al-Shabab. Kelompok ini mengancam akan memerangi presiden baru Somalia yang mengawali tugasnya awal Februari ini.

Hassan Yaqub, salah satu petinggi al-Shabab di Somalia, menyampaikan pernyataan sikap kelompok ini pada Minggu (19/2). Mereka menyatakan penentangan terhadap terpilihnya presiden baru ini dan berjanji akan melanjutkan perang terhadap pemerintah.

Melalui pesan suara yang disiarkan radio al-Shabab, Yaqub menyebut Mohammad Abdullah Mohammad, presiden baru Somalia, sebagai orang murtad. Yaqub memperingatkan agar warga Somalia tidak mendukung kepala negara baru ini.

Al-Shabab mengklaim, presiden baru ini adalah warga Somalia sekaligus Amerika. Dia terpilih sebagai presiden 8 Februari lalu.

Petinggi kelompok ini menyebut presiden baru Somalia memiliki pemikiran-pemikiran setan. Sejak dia menjabat sebagai perdana menteri selama 8 bulan dalam rentang waktu 2010-2011, kelompok-kelompok radikal memegang kendali atas Mogadishu.

Perlu diketahui bahwa Somalia dilanda perang bersaudara berdarah sejak tahun 1991. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL