Washington,LiputanIslam.com-Komite Intelijen di Kongres AS berencana menyelidiki hubungan Donald Trump dengan Saudi dan kebijakan-kebijakannya terhadap Riyadh. Hal ini disampaikan Adam Schiff, anggota Demokrat di kongres AS.

Dua pekan setelah diadakannya pemilu kongres AS, kini mayoritas kursi Majelis Perwakilan AS dikuasai oleh Partai Demokrat. Kemungkinan besar Schiff akan mengepalai Komite Intelijen dalam periode baru di awal 2019 nanti.

Kepada Washington Post, Schiff menyatakan komite yang dipimpinnya akan menyelidiki cara Trump menanggapi kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Menurutnya, Komite Intelijen juga akan mengkaji kesimpulan CIA terkait keterlibatan putra mahkota Saudi dalam kasus tersebut.

Schiff mengatakan, Trump harus menjawab kenapa dia mengabaikan hasil investigasi CIA dan tetap melanjutkan hubungan serta dukungannya terhadap Saudi.

Tujuan penyelidikan ini adalah untuk memastikan apakah Trump melakukan hal tersebut demi keamanan nasional AS atau tidak.

Hubungan finansial Trump dengan Saudi dan apakah hubungan ini berperan dalam bentuk tanggapannya, juga termasuk salah satu obyek penyelidikan Komite Intelijen Kongres AS.

“Kongres (AS) harus tahu apakah investasi asing Trump memengaruhi kebijakan luar negeri Washington atau tidak,”ujar Schiff.

Dilansir dari IRNA, Trump dalam statemennya pada Selasa (20/11) terkait kasus Khashoggi justru menyudutkan Iran dan membela penguasa Saudi.

Statemen Trump menjadi sasaran kecaman legislatif AS, baik dari Demokrat atau Republik.

Banyak anggota kongres AS yang menuntut agar petinggi Saudi, terutama Bin Salman, dijatuhi hukuman. Mereka juga meminta agar negara ini dijatuhi sanksi atas kasus tersebut. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*