Sanaa,LiputanIslam.com-Kementerian Kesehatan Yaman mengumumkan, 200 ribu pasien Yaman tidak bisa berobat ke luar negeri. Penyebabnya adalah blokade koalisi Saudi atas bandara internasional Sanaa.

Para pasien, korban luka perang, dan cacat berunjuk rasa di ibukota Yaman. Mereka menuntut penghentian serangan koalisi Saudi, pencabutan blokade, izin berobat ke luar negeri, dan impor obat-obatan serta perangkat medis ke Yaman.

Dalam wawancara dengan stasiun al-Alam.jubir Kementerian Kesehatan Yaman mengatakan, sejak bandara Sanaa diblokade tiga tahun lalu, sudah ada 27 ribu pasien Yaman yang meninggal dunia.

“Andai bandara Sanaa tidak ditutup, besar kemungkinan mereka tak akan kehilangan nyawa. Tiap hari rata-rata ada 30 di berbagai provinsi Yaman yang meninggal karena sakit dan tak diizinkan berobat ke luar negeri,”terang Yusuf al-Hadiri.

Muhammad adalah seorang warga Yaman yang bermasalah pada persendian dan lututnya. Meski memiliki surat dokter dan paspor, dia juga dicegah untuk berobat ke luar negeri.

“Sejak tiga tahun lalu, saya menderita sakit pada lutut dan kaki. Saya sempat pergi ke luar negeri dan melakukan operasi bedah di sana. Namun itu saat bandara Yaman masih dibuka. Namun sekarang, saya tidak bisa pergi ke luar negeri untuk melanjutkan operasi saya,”katanya. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*