Washington,LiputanIslam.com-Mantan menteri luar negeri Amerika berpesan, jika pemerintahan Trump berniat mencegah munculnya imperium Iran, hendaknya mereka mempertahankan ISIS.

Menurut laporan yang dikutip The Independent, Henry Kissinger dalam artikel yang ditulisnya untuk situs CapX menyatakan, jangan sampai ISIS dihancurkan, karena itu akan membuka peluang meluasnya pengaruh Iran di kawasan. Kissinger berpendapat, jika Teheran dan sekutunya menguasai daerah-daerah yang dibebaskan dari ISIS, maka ‘imperium radikal Iran’ akan terbentuk.

Mantan menlu AS di masa Richard Nixon ini memperingatkan Trump, kekalahan ISIS akan berujung pada berkuasanya Iran di kawasan Timur Tengah.

“Dalam situasi terkini, pepatah ‘musuh dari musuhmu adalah temanmu’ sudah tidak berlaku. Di Timur Tengah sekarang, musuh dari musuhmu bisa menjadi musuhmu pula. Timur Tengah dengan pergolakan ideologi dan karakteristiknya selalu memengaruhi dunia,”tulis Kissinger.

Dia melanjutkan,”Perang dunia melawan ISIS bisa dijadikan contoh. Hampir semua pihak, baik Iran Syiah atau negara-negara Sunni, sepakat untuk menghancurkan ISIS. Namun, siapa yang akan mewarisi daerah yang dikuasai ISIS? Koalisi Sunni atau sekutu Iran?

“Jawabannya tidak begitu jelas, sebab Rusia dan negara-negara NATO mendukung pihak-pihak yang berbeda. Jika daerah yang dikuasai ISIS jatuh ke tangan IRGC atau pasukan didikan Iran, maka akan terbentuk sebuah sabuk yang memanjang dari Teheran hingga Beirut. Ini bisa menjadi pertanda munculnya ‘imperium radikal Iran’ di kawasan.”

Menurut Kissinger, tindakan Amerika hanya terbatas pada serangan darat dan serangan udara melalui jet-jetnya, sementara Iran sedang dalam tahap ‘menguasai‘ dua negara (Suriah dan Irak). Oleh karena itu, mempertahankan ISIS akan membantu membatasi ruang gerak Iran. (af/mehr)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL