Khartoum,LiputanIslam.com-Seorang jurnalis menyatakan, keputusan Amerika untuk mengurangi sebagian embargo atas Sudan, adalah ‘hadiah’ atas sikap Khartoum memperbaiki hubungan dengan Barat dan Saudi.

Abayomi Azikiwe, jurnalis Afro-Amerika yang menetap di Detroit, Amerika, melakukan wawancara dengan PressTV, Sabtu (14/1). Dalam wawancara ini, ia berkata,”Pemerintah Sudan kini lebih mendekatkan kebijakan luar negerinya dengan Arab Saudi.”

“Hal ini bisa dilihat dalam keikutsertaan mereka di agresi atas Yaman. Sudan juga telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran,”tambahnya.

Menurut Azikiwe, pengurangan sebagian embargo atas Sudan adalah ‘hadiah’ atas kian dekatnya negara ini dengan Barat.

Jumat (13/1), Barrack Obama menginstruksikan pengurangan embargo atas Sudan. Dalam suratnya kepada Kongres, Obama menyatakan, “langkah-langkah positif Sudan dalam enam bulan terakhir” mendorong dia untuk mencabut sebagian embargo negara Afrika ini.

Sebelum ini, pada bulan September tahun lalu, Israel pernah meminta Amerika dan negara-negara Eropa guna memperkuat hubungan  dengan Sudan.

Amerika mengembargo Sudan sejak tahun 1997. Washington menuduh Khartoum melindungi kelompok-kelompok teroris. Sejak tahun 1993, Sudan dimasukkan Amerika dalam daftar negara-negara penyokong terorisme.

Selain itu, Amerika juga menuduh Omar al-Bashir, presiden Sudan, terlibat dalam kejahatan perang di kawasan Darfur.

Sejak tahun 2003, Darfur menjadi kawasan yang tidak aman pasca para pemberontak mengangkat senjata melawan pemerintah Sudan. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL