Syaikh nimr3Qatif, LiputanIslam.com – Kendaraan lapis baja Arab Saudi tengah bergerak menuju kota Qatif di provinsi Timur. Pasca eksekusi yang dilakukan terhadap Syaikh Nimr Baqir al-Nimr, terjadi aksi protes di kota tersebut.

“Kendaraan yang mengangkut aparat keamanan bertujuan untuk meredam aksi protes yang terjadi,” tulis media Alahd, seperti dikuti Presstv, (02/1/2016).

Aparat kemanan juga bersiaga di kota lainnya yang dihuni oleh penduduk bermazhab Syiah.

Seperti diketahui, Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi telah mengumumkan ada 47 orang yang dieksekusi pada hari ini, dan salah satu di antaranya adalah Syaikh Nimr.

Setelah pelaksanaan eksekusi, seluruh pos-pos keamanan dievakuasi di seluruh negeri, karena khawatir akan ledakan kemarahan penduduk Syiah.

Syaikh Nimr ditangkap oleh polisi Arab Saudi pada tahun 2012, ketika ia mengritik kebijakan penguasa. Ia didakwa telah memprovokasi, menghasut, dan menciptakan huru hara yang menganggu keamanan kerajaan. Namun semua tuduhan itu dibantah.

Pada tahun 2014, pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati pada Syaikh Nimr, dan memicu kecaman dari seluruh dunia. Amnesty Internasional pun mengimbau agar keputusan itu dibatalkan.

Iran mengecam keras eksekusi ini, dan menyebut bahwa rezim Arab Saudi akan membayar mahal.

Baca juga: Iran Kecam Arab Saudi atas Eksekusi Terhadap Syaikh Nimr

“Rezim Saudi yang ketakutan, bukan mereka yang mengorbankan hidupnya demi Islam dan kebenaran. Biarkan rezim Saud membawa semua senjata dari tuannya yaitu Israel dan Amerika Serikat. Al-Saud akan gagal,” tulis seorang netizen.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami seluruh Muslim saat ini menangis sedih atas eksekusi Syaikh Nimr. Eksekusi Syaikh Nimr adalah awal dari kehancuran Al-Saud, sebagaimana dulu yang pernah terjadi di Irak. Ayatullah Baqir al-Sadr diekskusi, dan akhirnya Saddam pun tumbang,” tulis netizen lainnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL