Jenewa,LiputanIslam.com-Ketua parlemen Lebanon menyatakan, ada banyak pembicaraan dalam politik. Namun, “berbicara” dalam masalah Palestina tidak ada gunanya.

“Satu-satunya solusi efektif untuk masalah Palestina adalah muqawamah (resistansi),”kata Nabih Berri, seperti dilansir al-Ahed.

Dalam pertemuan ke-139 Asosiasi Parlemen Sedunia (IPU) di Jenewa, Berri mengingatkan adanya upaya sebagian pihak untuk menempatkan para pengungsi Palestina selamanya di negara-negara lain.

Dalam pertemuan pendahuluan parlemen negara-negara Islam pekan lalu, Berri juga mengajak Dunia Islam dan Arab untuk bersatu menghadapi proyek “Kesepakatan Abad Ini,” sebuah proyek yang digagas demi mengesampingkan masalah Palestina dan rakyatnya.

“Selain persatuan, tak ada yang bisa menghentikan proyek ini. Menurut saya, ini adalah periode terberat yang kita lalui. Di masa ini, pelecehan terhadap hal-hal yang dikultuskan Islam dan Kristen telah mencapai puncaknya,”kata Berri.

“Kesepakatan Abad Ini” adalah proyek yang diajukan pemerintah AS dan Rezim Zionis, serta didukung Arab Saudi, guna mengakhiri konflik Israel-Palestina dan sebagai persiapan untuk normalisasi hubungan Arab dan Israel.

“Hal-hal terkait UNRWA di Yordania, Lebanon, atau di negara-negara lain, bahkan di dalam Israel sendiri, adalah bagian dari proyek ini,”terang Berri.

UNRWA adalah sebuah lembaga milik PBB yang bertugas mengayomi para pengungsi Palestina. AS pada bulan lalu mengumumkan penghentian bantuan untuk lembaga ini. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*