Damaskus,LiputanIslam.com-Wakil tetap Rusia di Dewan Keamanan PBB menyatakan, kelompok-kelompok milisi terus mengabaikan gencatan senjata dan masih menghancurkan infrastruktur Idlib.

Kendati Turki sudah berusaha meyakinkan akan mengeluarkan teroris takfiri dari Idlib, namun pekan ini Rusia memperingatkan, kesabarannya sudah habis melihat keberadaan para teroris itu di Idlib.

Dilansir dari News Week, Vladimir Safronkov dalam sidang DK PBB Rabu (24/4) menyatakan, kelompok-kelompok milisi masih beraktivitas di Suriah.

“Kondisi di Suriah masih genting. Para milisi dari Hayat Tahrir al-Sham belum berhenti menyerang pasukan pemerintah. Mereka terus menghancurkan infrastruktu-infrastruktur kota, sehingga banyak orang-orang yang cinta damai terbunuh,”kata Safronkov.

Dia menambahkan, situasi di Idlib belum stabil, dan ini adalah bahaya bagi Suriah dan kawasan.

Safronkov menyampaikan statemennya sehari sebelum berlangsungnya pertemuan pejabat Rusia, Iran, dan Turki di Astana, Kazakhstan.

Menurut Alexander Lavrenteiv (utusan khusus Rusia untuk Suriah), pertemuan di Astana diadakan guna “menemukan solusi untuk kondisi Suriah, terutama di Idlib, yang kebanyakan wilayahnya masih dikuasai Jabhat al-Nusra.”

Berdasarkan kesepakatan antara Ankara dan Moskow pada September 2018, Turki bersedia mengadakan kawasan aman, serta mengeluarkan para petempur radikal seperti Tahrir al-Sham yang berafiliasi kepada al-Qaeda. Turki juga berjanji akan mencegah serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah serta penghancuran infrastruktur negara tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*