Washington,LiputanIslam.com-Kabar pertemuan John Kerry (mantan menlu AS) dengan Javad Zarif (menlu Iran) memicu kontroversi di dalam negeri Paman Sam. Kerry menanggapi kecaman dan hujatan yang ditujukan kepadanya dengan pedas, terutama kepada Donald Trump.

Dalam acara Real Time di sebuah stasiun televisi AS, Jumat (14/9), Kerry menegaskan bahwa dia hanya mengatakan kebenaran. Hal ini ia sampaikan saat ditanya pembawa acara, kenapa akhir-akhir ini Trump menyerangnya melalui Twitter.

Beberapa hari lalu, Trump mengunggah sebuah tweet terkait pertemuan Kerry dengan Zarif.

“John Kerry melakukan sejumlah pertemuan tak logis dengan rezim Iran yang memusuhi AS. Satu-satunya tujuan Kerry adalah melemahkan pekerjaan luar biasa kami dan merugikan warga AS. Dia menyuruh rakyat untuk bersabar sampai periode pemerintahan Trump berakhir,”cuit Trump.

Menanggapi cuitan Trump, Kerry mengatakan, dia (Trump) adalah presiden pertama yang dilihatnya hanya sibuk menghitung jumlah like di Twitter, alih-alih membaca laporan atau UUD AS.

Trump, kata Kerry, seharusnya mencemaskan pertemuan Paul Manafort (mantan ketua tim kampanye Trump) dengan Robert Mueller (penyelidik kasus klaim keterlibatan Rusia di pilpres AS).

Kerry menyinggung kesepakatan Manafort untuk bertemu dengan para jaksa AS terkait kasus ini. “Tak lama lagi, kalian akan mendengar Trump menyebutnya sebagai kesepakatan terburuk,”sindirnya.

“Trump adalah gabungan langka dari seorang bocah umur 8 tahun…Maksud saya, nalarnya seperti bocah 8 tahun dan kepercayaan dirinya selemah gadis remaja. Seperti itulah dia,”tandas Kerry. (af/alalam/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*