Washington,LiputanIslam.com-Menurut laporan situs Boston, mantan menlu Amerika mengaku bahwa negaranya pernah dibujuk Saudi, Mesir, dan Israel untuk menyerang Iran pada 2013. John Kerry mengatakan, bujukan ini dilakukan saat Iran memiliki bahan nuklir cukup banyak untuk membuat senjata atom.

“Namun kami memilih cara diplomasi dengan Iran; bukan karena kami tahu ini adalah cara efektif, tapi lebih karena ingin mencoba jalur diplomasi sebelum terjun ke dalam perang,”ujar Kerry.

Dalam pidatonya Kamis sore (12/10) kemarin, Kerry membantah klaim para penentang kesepakatan nuklir Iran (JCPOA). Para penentang JCPOA mengklaim, salah satu pasal dalam kesepakatan ini yang dikenal dengan “Sunset” hanya berlaku selama 10 hingga 15 tahun saja.

“Jika saya ingin bicara blak-blakan, saya berpendapat bahwa pemerintah (Trump) membohongi rakyat Amerika. Pemerintah mengklaim bahwa semua butir kesepakatan JCPOA akan kedaluarsa pada 10 tahun mendatang, padahal itu tidak benar,”papar Kerry.

Kerry mengatakan, semua butir kesepakatan JCPOA bersifat selamanya. Dia juga menyatakan, tidak ada bukti bahwa Iran melanggar kesepakatan nuklirnya dengan negara-negara 5+1. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL