139502212115173457681184Washington,LiputanIslam.com-Dalam forum Saban 2016 di Brookings Institute, John Kerry mengatakan,”Saya nyatakan secara terbuka, bahwa perdamaian antara Israel dan Dunia Arab tak akan terwujud.”

Menteri Luar Negeri Amerika mengaku, ia memihak Israel. Namun ia mengatakan hal yang sebenarnya karena ia mencemaskan masa depan Israel.

“Israel sedang mendekati titik bahaya,”ungkapnya.

Kerry mengecam kebijakan-kebijakan Rezim Zionis dan berkata,”Semestinya Israel memilih satu dari dua opsi: membangun pemukiman Yahudi atau membentuk dua negara (Israel dan Palestina).”

Ia menyatakan, PBB mengambil langkah-langkah subjektif terkait masalah Israel dan Palestina. Sebab itu, Amerika tak akan mendukung langkah-langkah PBB.

Benyamin Netanyahu, yang juga merupakan pembicara dalam forum ini, mengatakan,”Pembangunan pemukiman Yahudi bukan kendala untuk perdamaian. Kendalanya adalah karena negara Yahudi tidak diakui.”

Di lain pihak, Kerry berbeda pendapat dengan Netanyahu. Menurutnya, justru yang menjadi kendala utama perdamaian adalah pembangunan pemukiman Yahudi.

Kerry menyebut Netanyahu tak menghiraukan peringatan Amerika soal pembangunan pemukiman Yahudi. Ia mengaku telah 375 kali berbicara dengan Netanyahu dan berbincang melalui telepon selama 130 jam.

Terkait masalah Suriah, Kerry menegaskan, harus ada kesepahaman politik jangka panjang di Suriah. Menurutnya, tidak ada solusi militer untuk krisis Suriah.

Perihal kontak telepon Trump dengan Presiden Taiwan yang memicu amarah Cina, Kerry berkata,”Sebelum melakukan kontak, seharusnya Trump berkonsultasi dahulu dengan Kementerian Luar Negeri.” (af/tasnimnews)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL