Washington,LiputanIslam.com-John Kerry, mantan menteri luar negeri Amerika, kembali membela kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) dalam sebuah seminar di Washington.

Kerry mengatakan, sebelum ditandatanganinya JCPOA, Israel dan Mesir pernah mendesak Amerika untuk membombardir Iran, karena menurut mereka itu adalah ‘bahasa’ yang bisa dipahami Iran.

“Namun, saya berpendapat bahwa ini adalah sebuah perangkap. Sebab jika Amerika melakukannya, negara-negara ini akan mengecam kita, padahal mereka sendiri yang secara diam-diam mendukungnya,”ujar Kerry.

Dia mengatakan, Rezim Zionis sangat serius memprovokasi Amerika untuk melakukan serangan militer ke Iran.

Kerry mengaku tidak tahu apakah Iran akan memproduksi senjata nuklir 10 hingga 15 tahun ke depan usai berakhirnya JCPOA. Namun dia meyakini bahwa JCPOA adalah kesepakatan terbaik yang bisa diperoleh Amerika.

Republik Islam Iran selalu menegaskan, program nuklir mereka bertujuan damai, bukan untuk membuat senjata. Meski demikian, Donald Trump dan Benyamin Netanyahu selalu berkoar bahwa Iran berniat memproduksi senjata nuklir.

Tuduhan Amerika dan Israel dibantah sendiri oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Badan ini menegaskan, program Iran bertujuan damai dan Negara Mulla ini tidak melanggar kesepakatan yang tertuang dalam JCPOA. (af/alalam/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL