Baghdad,LiputanIslam.com-Donald Trump melakukan kunjungan selama tiga jam ke Irak pada Rabu malam (26/12) lalu. Sama seperti para pendahulunya, kunjungan itu juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Trump dikabarkan melawat ke pangkalan al-Asad di provinsi al-Anbar untuk merayakan Natal bersama tentara AS di Irak.

Pertanyaannya adalah: kenapa para presiden dan pejabat senior AS selalu mengunjungi Irak secara diam-diam? Kenapa mereka tidak memerhatikan etika diplomatik untuk mengunjungi Negeri Seribu Satu Malam?

Jawabannya bisa dilihat dalam wawancara Trump saat baru tiba di Irak. Dia mengakui bahwa kunjungannya dilakukan secara rahasia. Menurutnya, kunjungan itu sudah dirancang 3-4 pekan sebelumnya. Namun dibatalkan beberapa kali dengan alasan keamanan, sebab info kunjungan itu terlanjur bocor.

“Sangat memprihatinkan ketika Anda menghabiskan 7 trilyun dolar di Timur Tengah, namun terpaksa mengunjungi kawasan ini secara diam-diam dan dengan penjagaan militer. Anda harus melakukan cover dengan berbagai pesawat dan fasilitas terbaik di dunia agar bisa sampai ke tujuan dengan selamat,”ujar Trump.

“Andai saja kalian tahu apa yang harus kami lakukan untuk perjalanan ini. Pesawat berada dalam kegelapan total. Semua jendela ditutup dan tak ada lampu yang dinyalakan. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini. Saya sudah naik berbagai jenis pesawat, dengan semua model dan bentuknya. Tapi saya tak pernah melihat (begitu gelap) seperti ini,”lanjutnya.

Trump mengaku sangat takut dan cemas sebelum melakukan perjalanan ke Irak.

Sejak invasi AS ke Irak, ini bukan kali pertama presiden Paman Sam melawat ke negara itu tanpa pemberitahuan. Hal serupa juga pernah dilakukan George W. Bush dan Barrack Obama. Namun tak ada yang seterus terang Trump dalam mengakui lawatan diam-diam mereka.

Bush pertama kali mengunjungi Irak pada November 2003, atau sekira 8 bulan setelah invasi militer AS ke negara tersebut. Setelah itu, dia mengunjungi Irak tiga kali secara mendadak. Kali terakhir adalah saat dia dilempar sepatu oleh jurnalis Irak, Muntadhar al-Zaidi, saat tengah berpidato.

Obama juga mengunjungi Irak satu kali pada 2009 lalu secara sangat rahasia. Meski Saddam sudah digantung dan perang telah berakhir, namun kunjungannya saat itu, dengan semua programnya, hanya berlangsung selama 4,5 jam saja.

Namun, tampaknya lawatan diam-diam para presiden AS ke Irak sudah mulai berakhir. Meski dalih lawatan tak lazim ini adalah “tiadanya keamanan”(padahal AS sudah menduduki Irak selama 15 tahun), namun dengan menguatnya struktur politik di Irak, lawatan diam-diam seperti ini akan dianggap sebagai “pelanggaran kedaulatan nasional Irak.”

Salah satu buktinya adalah reaksi keras orang-orang Irak terhadap lawatan Trump. Mereka mengecam lawatan ini dan meminta pemerintah Irak menanggapi serius masalah tersebut. Mereka juga menuntut agar militer AS angkat kaki dari Irak. (af/alalam/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*