Damaskus,LiputanIslam.com-Hunain al-Nimr, anggota parlemen Suriah, menyatakan, negaranya meragukan perubahan kebijakan Amerika terkait Bashar al-Assad. Seperti diketahui, baru-baru ini, presiden Amerika mengaku tak berminat lagi untuk melengserkan al-Assad. Trump mengatakan bahwa nasib al-Assad hanya bisa ditentukan rakyat Suriah.

“Ini bukan hal baru, tapi sebuah fakta. Rakyat Suriah-lah yang menentukan siapa presiden mereka, entah itu diakui Trump atau tidak. Faktanya, rakyat Suriah tak akan membiarkan pihak asing menentukan nasib mereka,”ungkap al-Nimr.

Al-Nimr menyatakan, jika ucapan Trump mengindikasikan perubahan dalam kebijakan Amerika terhadap Suriah, perubahan itu harus bisa dilihat di lapangan.

“Hingga kini, Amerika belum menunjukkan perubahan sikapnya di lapangan. Serdadu Amerika masih berada di Suriah, begitu pula dengan pangkalan-pangkalan militernya di timur laut Suriah. Kenyataannya adalah, Washington masih ingin tetap hadir di sini dan menjalankan kebijakan-kebijakannya. Selain itu, keberadaan militer Amerika untuk mengimbangi kehadiran militer Rusia di Suriah,”tutur al-Nimr.

Menurut al-Nimr, alasan lain Damaskus bersikap pesimis terhadap Washington adalah masih mengalirnya bantuan dana dan senjata Amerika kepada oposisi Suriah.

Anggota parlemen Suriah ini berpendapat, kelompok oposisi bukanlah penentu keputusan, karena mereka hanya mengekor kebijakan dan program Barat, Turki, dan negara-negara Arab.

“Harus dicamkan bahwa penyelesaian krisis ini harus relevan dengan kondisi pihak-pihak yang memunculkan krisis ini. Artinya, jika oposisi merasa mampu mewujudkan syarat-syarat mereka, maka kendali ada di tangan mereka. Tapi harus diingat, saat ini, kendali ada di tangan tentara Suriah. Tentara dan rakyat-lah yang akan menentukan solusi yang akan dijalankan,”pungkasnya. (af/tasnimnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL