Riyadh,LiputanIslam.com-Perkembangan yang terjadi di pasar minyak dalam sebulan terakhir sulit dipercaya. Situasi pasar berubah dari kekhawatiran kurangnya pasokan menjadi kecemasan akan jatuhnya harga minyak akibat pasokan berlebih.

Dilansir dari Reuters, berita utama dari pertemuan produsen minyak di Abu Dhabi, Minggu (11/11), adalah rencana Saudi untuk mengurangi pasokan minyaknya hingga setengah juta barel pada Desember mendatang, Meski menteri energi Saudi mengklaim, pengurangan pasokan ini disebabkan turunnya permintaan, tapi mudah dipahami bahwa sebab utamanya adalah kecemasan Riyadh akan turunnya harga minyak.

Di awal Oktober, harga minyak Brent mencapai titik tertinggi dalam empat tahun terakhir. Namun hingga 9 November, harganya berkurang hingga 19 persen dan diperjualbelikan dengan harga 70 dolar 18 sen.

Semua orang tahu, Saudi, produsen minyak anggota OPEC dan para sekutu organisasi ini lebih suka harga tetap bertahan pada kisaran 80 dolar. Namun, masalah utama OPEC dan para sekutunya, termasuk Rusia, adalah Donald Trump.

Salah satu faktor turunnya harga minyak adalah respon para produsen minyak terhadap tekanan Trump untuk meningkatkan produksi minyak. Tujuannya adalah menutupi kekurangan akibat sanksi minyak atas Iran. Namun, di saat-saat terakhir, pemerintah Trump justru memberi dispensasi kepada 8 konsumen utama minyak Iran, termasuk China dan India, agar terhindar dari sanksi atas Teheran.

Hal lain adalah perasaan Saudi, Rusia, dan para produsen minyak lain terhadap langkah pemerintah Trump. Saudi pada pertengahan tahun ini sepakat untuk meningkatkan pasokan minyaknya. Kini, barangkali Riyadh merasa bahwa Trump telah mempermainkan mereka.

Meski Trump bisa mengontrol harga minyak dengan memberikan keringanan sejumlah negara dari sanksi Iran, namun kini Saudi telah mengambil tindakan untuk mencegah turunnya harga minyak.

Jika Saudi dan produsen lain membatasi pasokan minyak mereka, hal ini akan membuat Trump marah. AS punya banyak cara intimidasi di Timur Tengah, dan ada kemungkinan akan menggunakannya untuk menjaga harga minyak. Pembunuhan Khashoggi adalah salah satu media intimidasi ini.

Kini, pasar tengah mengawasi, sejauh mana Saudi sukses membatasi pasokan minyaknya dan para sekutunya. (af/alalam/tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*