Riyadh,LiputanIslam.com-Dunia maya pada Sabtu malam (21/4) digemparkan oleh sebuah video yang menunjukkan terjadinya penembakan di istana Raja Salman dan tempat tinggal putra mahkota Saudi.

Berita-berita yang menyusul kemudian menyatakan, Raja Salman dan putranya dievakuasi dari istana menuju sebuah pangkalan militer. Angkasa Saudi juga ditutup untuk semua jenis penerbangan komersil dan militer.

Meski belum bisa dipastikan telah terjadi suatu usaha kudeta, namun bungkamnya aparat keamanan Saudi dan lambatnya tanggapan mereka terhadap kejadian ini membuat opini umum kian yakin akan kemungkinan kudeta.

Akhirnya, dua jam setelah insiden, para pejabat Saudi memecah kebisuan mereka. Jubir kepolisian Riyadh mengkonfirmasi terjadinya penembakan di istana al-Auja di kawasan al-Khazami tersebut.

Menurut pengakuannya, kejadian itu berkaitan dengan kemunculan sebuah drone yang mengambil gambar di kawasan istana Raja Salman. Drone itu berhasil dirontokkan tanpa menimbulkan bahaya terhadap penghuni istana.

Terlepas mana yang benar, apakah versi drone atau kontak senjata di istana raja, ada beberapa poin yang patut dicamkan berikut ini:

Pertama, rapuhnya keamanan Saudi. Insiden semalam menunjukkan bahwa tak ada tempat aman di negara ini, Kendati diklaim sebagai negara kuat, Saudi tampak sangat rapuh di hadapan ancaman serius. Ringkihnya keamanan ini terlihat hanya beberapa hari setelah berlangsungnya KTT Liga Arab di Dhahran. KTT ini ini dilangsungkan di Dhahran karena tuan rumah khawatir Riyadh akan digempur serangan rudal Ansharullah Yaman.

Kedua, kemungkinan kudeta. Terlambatnya tanggapan pemerintah Saudi hingga dua jam menguatkan kemungkinan bahwa yang terjadi sebenarnya bukan seperti yang diumumkan. Sejumlah pengamat mengatakan, ditembusnya sistem keamanan oleh sebuah drone sangat berkaitan dengan kemungkinan terjadinya sebuah kudeta.

Terkait masalah ini, seorang netizen Saudi dalam laman Twitter-nya mengatakan, kejadian semalam adalah sebuah operasi intelijen. Tujuannya adalah mengidentifikasi para pendukung kudeta untuk kemudian ditangkap belakangan.

Harian Jerusalem Post menulis, sejumlah sumber memublikasikan beberapa foto dan video insiden itu di Twiiter dan mengatakan, penembakan itu adalah bagian dari upaya kudeta terhadap Raja Salman, hingga dia harus dilarikan ke tempat aman.

Ketiga, para penentang Bin Salman dari dalam dan luar negeri. Dalam beberapa waktu terakhir, putra mahkota Saudi mendapat sejumlah penentang dari dalam dan luar negeri. Mulai dari mantan putra mahkota yang dilengserkan hingga para pangeran yang ditangkap; mulai dari Muslimin yang menyebut Bin Salman sebagai antek Israel hingga para penentang dalam negeri yang melawan kebijakan sekularnya. Dan di atas semua itu adalah para pejuang Yaman yang telah bersumpah tak akan membiarkan Bin Salman hidup nyaman.

Keempat, belanja militer. Usai kejadian semalam, bisa diduga bahwa rezim dinasti Saud akan meningkatkan tekanan atas warga Saudi, dengan dalih untuk melindungi nyawa keluarga kerajaan. Di saat yang sama, akan semakin banyak dolar yang dibelanjakan untuk membuat para produsen Barat semakin kaya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL