Washington,LiputanIslam.com-Staf menteri luar negeri Amerika, Stuart Jones, mengadakan konferensi pers, Selasa (30/5) guna menjelaskan hasil kunjungan Donald Trump ke Timur Tengah.

Dalam konferensi pers tersebut, Dave Clark, jurnalis AFP, mengajukan pertanyaan terkait kontradiksi sikap Trump terhadap Iran dan Saudi. Dia berkata, presiden Amerika mengkritik demokrasi di Iran saat dia sedang berada di samping para pejabat Saudi yang menganut sistem monarki.

“Bagaimana Anda menilai komitmen Saudi terhadap demokrasi?”tanya Clark kepada Jones.

Tampaknya Jones terkejut dan tidak menduga pertanyaan seperti ini. Dia bungkam selama 20 detik dan tenggelam dalam pikiran.

Setelah berdiam diri selama itu, Jones lalu menjawab bahwa kunjungan Trump ke Timur Tengah telah memberikan dampak positif kepada perang melawan terorisme. Dalam jawabannya dia sama sekali tidak menyinggung soal demokrasi di Saudi.

Jones lalu menuduh Iran sebagai penyokong terorisme, kemudian segera meninggalkan ruangan tanpa menjawab pertanyaan lain.

Sejumlah media online Amerika segera menjadikan peristiwa memalukan ini sebagai bahan olok-olok.

Situs Hot Air menulis,”Jika Anda yang duduk di rumah menghitung detik-detik kejadian ini, Anda akan tahu bahwa Jones butuh 20 detik untuk berpikir. Setelah bungkam selama itu pun, dia masih kebingungan bagaimana menjawab pertanyaan tersebut.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL