Sanaa,LiputanIslam.com-Menurut laporan kantor berita resmi Yaman, SABA, Kementerian Pertahanan Yaman dalam statemennya menyatakan,”Meski tentara Yaman memerangi para agresor berdasarkan prinsip dan hukum internasional, namun mereka (koalisi Saudi) secara terpadu dan sengaja menargetkan anak-anaka, wanita, dan pria Yaman.”

“Tindakan pengecut dan keji ini, yang bertentangan dengan hukum internasional, akan segera dibalas di medan tempur dan di saat yang tepat.”

“Telah terbukti bagi setiap orang yang teliti bahwa AS, Inggris, Saudi, dan koalisi agresor adalah poros kejahatan dan terorisme di dunia. Mereka menjadikan anak-anak dan warga sipil sebagai sasaran serangan.”

Kemenhan Yaman juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban serangan brutal tersebut.

Menanggapi kejahatan terbaru koalisi Saudi itu, Muhammad Abdus Salam (jubir Ansharullah) mengatakan,”Dengan menjustifikasi kejahatan mereka, koalisi Saudi telah menunjukkan puncak kehinaan dan kebejatan mereka.”

Berdasarkan pengumuman Kementerian Kesehatan Yaman pada Kamis (9/8), korban tewas akibat serangan udara koalisi Saudi di provinsi Saada mencapai 50 orang, sedangkan korban luka mencapai 77 orang.

Jubir koalisi Saudi mengklaim, serangan ke sebuah bus yang memuat anak-anak Yaman dan menewaskan banyak dari mereka adalah “tindakan militer legal.”

Militer Saudi berusaha menutup-nutupi kejahatan tersebut, namun media-media dunia meliput kejadian itu. Kejahatan tersebut juga telah dikonfirmasi oleh anggota Palang Merah Dunia yang berada di sekitar TKP. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*