SS ArmyJakaya, LiputanIslam.com — Serangan dari kelompok bersenjata di perbatasan antara Sudan Selatan dan Ethiopia telah menewaskan ratusan orang, termasuk peremuan dan anak-anak. Menurut pernyataan dari Kantor Pemerintah Urusan Komunikasi Ethiopia, serangan tersebut terjadi pada hari Jumat (15/4/2016) di Jakaya, Ethiopia.

“140 warga sipil tewas dalam serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang menyeberang dari Sudan Selatan,” terang pemerintah setempat, seperti dilansir Press TV (17/4/2016).

Pasukan Ethiopia pun melakukan pengejaran hingga menyeberang ke perbatasan. Hingga saat ini, 60 orang anggota kelompok bersenjata telah berhasil ditumpas.

Wilayah Ethiopia saat ini menjadi “rumah” bagi ribuan pengungsi Sudan Selatan yang melarikan diri akibat konflik di negaranya. Tak urung, kekacauan di negara tersebut dimanfaatkan oleh para kelompok bersenjata untuk menyerang warga, pemerintah, maupun tentara.

Menurut keterangan, kelompok bersenjata yang beraksi kali ini tidak memiliki kaitan dengan pasukan pemerintah Sudan Selatan, ataupun pasukan pemberontak yang menyerang pemerintah. Mengingat dalam perang saudara tahun lalu di Sudan Selatan, telah berakhir dengan kesepakatan damai.

Para pejabat Sudan Selatan sendiri belum bersedia memberikan komentar terkait masalah ini.

Seperti diketahui, huru hara dan kekacuan merebak di Sudan Selatan sejak Desember 2013. Pertempuran meletus antara pasukan yang setia dengan Presiden Salva Kirr melawan para pembelot yang dipimpin oleh Riek Machar.

Pertempuran itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan dua juta orang terpaksa harus mengungsi.

Perang berakhir dengan kesepakatan perdamaian pada Agustus 2015. Kedua belah pihak sepakat untuk berbagi posisi menteri di pemerintahan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL