Mosul,LiputanIslam.com—Selama berminggu-minggu, angkatan bersenjata Irak memperoleh kemenangan telak atas ISIS di kota terbesar kedua di Irak, menyusul beberapa pencapaian penting tentara Irak di kota Mosul pada Rabu, (10/05).

Bersama Polisi Federal Irak dan Divisi Cepat Tanggap yang bertanggung jawab atas ISIS di pusat kota Mosul, Unit Kontra Terorisme dan Divisi ke-9 dapat melakukan kendali penuh atas ‘Al-Haramat’ dan Distrik Al-Ma’amel di Mosul Barat pada siang hari.

Kemudian pada hari itu, Komando Tertinggi Irak mengumumkan bahwa Divisi ke-9 telah menyelesaikan misinya di Mosul. Dengan menggunakan tank-tank beratnya yang kurang sesuai untuk perang di wilayah kota dan jalan-jalan sempit, divisi ini kemungkinan akan bergabung dengan divisi ke-15 dalam pertempuran yang akan datang di Tal Afar, sebuah benteng ISIS yang melingkar di wilayah barat, Provinsi Nineveh.

Bersamaan dengan itu, tentara pemerintah terus menyerang Al-Aslah Al-Zraae dan pinggiran ‘Tamniz’. Setelah menembus garis pertahanan kelompok jihad di daerah perumahan, Tentara Irak mengakhiri pertempuran di wilayah Aqtasadeen. Bentrokan berat pun berlanjut di malam hari bersamaan dengan aksi bom bunuh diri yang di lakukan oleh militan ISIS.

Tentara Irak pun perlahan berhasil menguasai kantong-kantong ISIS. Lebih dari 30 militan ISIS tewas oleh serangan udara pada Rabu, (10/05). Namun, kantor berita Amaq justru mengklaim puluhan warga sipil telah terbunuh oleh aksi pengeboman yang dilakukan oleh tentara gabungan AS dan Irak.

Salah satu komandan tertinggi ISIS yang tersisa di Mosul pun terbunuh oleh unit elit infanteri Irak.

Bersamaan dengan perginya divisi ke-9, operasi pembersihan akan diserahkan secara eksklusif ke Divisi Cepat Tanggap, Polisi Federal Irak, dan Unit Terorisme. Ribuan warga sipil terjebak dalam aksi baku tembak yang terjadi setiap hari. Hal ini sangat menghambat kemajuan Irak.

Baghdad dan Washington telah berulang kali menuduh ISIS menggunakan warga sipil dan sekitar 5.000 tahanan sebagai perisai manusia untuk mencegah serangan udara dan penembakan di daerah mereka, khususnya di sekitar wilayah Mosul yang padat penduduk.

Di wilayah lain, tepatnya Provinsi Niniwe, Divisi 15 dan Unit Mobilisasi Populer (PMU) berhasil menggagalkan usaha pelarian besar ISIS di pinggiran barat Tal Afar dan menewaskan 15 gerilyawan ISIS, melukai 25 orang serta menangkap 3 teknisi. Sekarang, ISIS hanya menguasai tidak lebih dari 5 % wilayah Mosul, seperti yang tergambar dalam peta di atas. (fd/AMD)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL