ISIS-MEERaqqa, LiputanIslam.com — Pendapatan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan telah turun hingga 30%. Jika pada pertengahan 2015 pendapatan ISIS mencapai $80 juta, namun pada Maret 2016 menjadi $56 juta. Hal ni merupakan masalah bagi ISIS jika masih ingin mengelola wilayah yang dikontrolnya dalam jangka panjang.

“Karena pendapatan yang menurun, maka kelompok ISIS memaksa memberlakukan pajak baru. Penelitian kami menemukan bahwa ISIS juga meningkatkan nilai pajak atas layanan-layanan dasar, seperti pajak untuk supir truk yang melintasi tol. ISIS juga memberlakukan denda bagi siapapun yang mencoba meninggalkan kota setempat,” kata Ludovico Carlino, analis senior di IHS, yang mengeluarkan laporan rutin terkait wilayah yang dikendalikan oleh ISIS, seperti dilansir Middle East Eye (17/4/2016).

Menurut IHS, produksi minyak menurun hanya 21 .000 barrel per hari. Sebelumnya, ISIS bisa memproduksi hingga 33.000 barrel per hari. Pendapatan ISIS sekitar 50% perasal dari pajak dan penyitaan properti maupun bisnis penduduk setempat, 43% dari minyak, dan sisanya berasal dari penyelundupan narkoba dan donasi.

Hanya saja, berkat masifnya operasi ofensif yang dilakukan baik oleh pasukan Suriah maupun pasukan Irak berikut sekutunya, ISIS mulai kehilangan wilayah yang dikontrolnya satu per satu. Menurut IHS, dalam 15 bulan terakhir, ISIS telah kehilangan wilayahnya sebanyak 22 %. Sebelumnya ISIS berkuasa atas 9 juta penduduk, namun sekarang tinggal 6 juta saja. Artinya, pajak yang didapatkan ISIS juga menurun.

IHS menambahkan bahwa ISIS juga memberlakukan denda yang agak nyeleneh. Ada semacam tanya jawab yang diajukan dengan penduduk. Bagi yang tidak bisa menjawab pertanyaan dengan tepat sebagaimana yang tercantum dalam Al Quran, maka ia akan dijatuhi hukuman fisik, atau bisa diganti dengan uang. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL