Teheran,LiputanIslam.com-Siamak Moreh Sedgh, wakil minoritas Yahudi di parlemen Iran, mengatakan bahwa kaum Yahudi bebas menjalankan ibadah mereka di Republik Islam Iran.

“Secara keseluruhan, kehidupan orang-orang Yahudi di Iran selalu lebih baik daripada di Eropa. Sepanjang sejarah kami, bangsa Iran tak pernah memiliki satu ras, agama, atau bahasa. Sebab itu, toleransi keagamaan di Iran sangat tinggi.”

Hal ini disampaikan Sedgh dalam wawancaranya dengan Deutsche Welle (DW). Dia menambahkan, agama Yahudi sebagai agama minoritas diterima secara resmi di Iran. “Kami memiliki 20 sinagog dan sedikitnya lima tempat penyembelihan khusus Yahudi di Teheran,”ungkapnya.

Menurutnya, komunitas Yahudi tidak terpisah dengan komunitas agama-agama lain di Iran. Kaum Yahudi juga menjalin hubungan ekonomi dengan kaum Muslim.

Sedgh adalah manajer Komite Yahudi Teheran dan bekerja di RS Dokter Sopair Teheran. Dia mengaku bahwa teman-teman terdekatnya justru dari kalangan Muslim.

“Rumah sakit tempat saya bekerja adalah rumah sakit Yahudi. Namun lebih dari 95 persen pegawai dan pasiennya adalah Muslim,”kata Sedgh.

Dia mengatakan, anak-anak Yahudi belajar di sekolah-sekolah pemerintah Iran. Jika hendak melakukan ritual agama, mereka boleh berlibur di hari Sabtu.

Sedgh menegaskan, Yahudi dan Zionisme adalah dua hal berbeda. Menurutnya, banyak orang Yahudi yang menentang tindakan rezim dan tentara Israel.

“Menduduki negara lain dan membunuh rakyat tak berdosa bukan ajaran Nabi Musa as,”jelasnya.

Saat ini, sekitar sembilan ribu warga Yahudi hidup di Republik Islam Iran. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL