trump-israel-ambassad_muhaWashington, LiputanIslam.com— Kebijakan Trump soal Israel semakin mengkhawatirkan setelah ia menunjuk seorang tokoh anti-Palestina sebagai Duta Besar AS untuk Israel periode mendatang.

President AS terpilih, Donald Trump, pada pertengahan bulan lalu telah  menunjuk David Friedman, pendukung finansial pembangunan pemukiman Israel, sebagai Duta Besar AS untuk Israel. Sontak Trump dituduh telah melakukan nepotisme. Pasalnya, Friedman diketahui adalah teman lama Trump dan seorang pengacara yang membantunya saat dilanda kebangkrutan pada 2004 dan 2009.

Friedman mendukung ekspansi penjajahan di Palestina, dan banyak analis pilitik yang mencatat bahwa pandangan politik Friedman membuatnya dekat dengan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Sebagai seorang Yahudi Orthodox, Friedman tinggal di Amerika dan Yerusalem. Dalam pengumuman formal oleh tim transisi Trump, Friedman menyarankan agar kantor Kedutaan AS dipindahkan dari Tel Aviv ke “ibukota abadi Israel, Yerusalem.”

Friedman secara terbuka mendukung keuangan pembangunan pemukiman ilegal yang berjalan sangat pesat di tahun 2016 meski mendapatkan kecaman dari dunia.

Pada 19 Desember lalu, Rebecca Vilkomerson, direktur eksekutif Jewish Voice for Peace, mengatakan kepada Democracy Now! bahwa penunjukan Friedman sebagai dubes mengkonfirmasikan “ketakutan terdalam” nya terkait kebijakan luar negeri pemerintah AS yang akan datang.

“Saya kira hal ini mengkonfirmasi bahwa kebijakan Trump atas isu Israel-Palestina akan menjadi tekanan apartheid, mempromosikan aneksasi dan tidak peduli akan hak-hak orang Palestina…” kata  Vilkomerson. (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL