Washington,LiputanIslam.com-Koran Huffington Post mengkritik kebijakan imigrasi Donald Trump dengan menyatakan,”Dengan kebijakan ini, para pemimpin kelompok teroris bisa memasuki Amerika, tapi mahasiswa kedokteran Iran tidak bisa.”

“Osama bin Laden (pendiri al-Qaeda), Abu Bakar al-Baghdadi (pemimpin ISIS), Hibatullah Akhunzada (pemimpin Taleban), dan Ayman Mohammed al-Zawahiri (pemimpin al-Qaeda) bisa memohon visa dari kedubes AS. Sedangkan anak-anak pengungsi Suriah, mahasiswa PhD Iran, serta awak kemanusiaan Somalia dan Sudan dilarang meminta visa AS,”tulis Huffington Post.

Sebelum kebijakan imigrasi Trump diumumkan, John Kelly, Menteri Keamanan Internal AS, menyatakan bahwa tidak ada kaitan antara kewarganegaraan seseorang dan kemungkinan dia melakukan aksi teroris.

Keputusan Trump untuk melarang warga 6 negara memasuki AS dengan mengabaikan laporan ini disebut Huffington Post sebagai keputusan menggelikan.

Koran AS ini melanjutkan,”Hingga kini, berapa serangan teror yang dilakukan pengungsi? Sejak diberlakukannya UU Pengungsi di tahun 1980, sama sekali tidak ada!”

Menurut laporan yang dibuat Institut Cato pada September 2016, dari 3.252.493 pengungsi yang memasuki AS sejak tahun 1975 hingga akhir 2015, hanya ada 20 teroris di antara mereka. Ini berarti sama dengan 0,00062 persen dari jumlah seluruh pengungsi. Dengan kata lain, hanya ada satu teroris dari 162.625 non teroris. Dari 20 teroris ini, hanya tiga orang yang berhasil melakukan serangan teror dan ‘hanya’ membunuh tiga orang.

Menurut Huffington Post, tiga pelaku teror ini pun bukan warga 6 negara Muslim, tapi warga negara Kuba.

“Tak satu pun warga Amerika yang tewas karena serangan warga 6 negara yang dicekal oleh Trump,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL