Paris,LiputanIslam.com-Emmanuel Macron (presiden Prancis) mengumumkan, petugas pemadam kebakaran sukses mengatasi kebakaran yang terjadi di katedral Notre-Dame. Dia menyatakan, Prancis akan meminta bantuan internasional untuk merekonstruksi katedral bersejarah tersebut.

Dilansir dari AFP, Macron menyebut kebakaran di katedral berusia 900 tahun itu sebagai “tragedi mengerikan.” Beruntung, kata Macron, berkat kerja keras petugas damkar, bangunan utama katedral tidak runtuh. Petugas damkar juga sukses mencegah api merembet ke tiang-tiang utama bangunan.

Menurut laporan Guardian, penyelidikan awal menunjukkan, kebakaran itu bukan sebuah kesengajaan. Ada kemungkinan renovasi katedral telah menyebabkan kebakaran itu.

Dikutip dari kantor pemadam kebakaran Paris, lebih dari 500 petugas terlibat dalam mengatasi kebakaran Notre-Dame. Seorang petugas dikabarkan terluka parah dalam proses itu. Namun karena kebakaran terjadi pada jam-jam sepi, tak ada pengunjung katedral yang terluka.

Katedral Notre-Dame dibangun pada tahun 1163 M. Bangunan bersejarah ini selamat dari kerusakan saat Perang Dunia I dan II berkecamuk. Akibat kebakaran pada Senin sore (15/4) kemarin, kubah, atap, dan sedikitnya satu jendela besar katedral hancur. Namun artefak dan karya-karya seni di dalam katedral telah dikeluarkan sebelum api menjalar ke tempat penyimpanan.

Katedral Notre-Dame adalah salah satu ikon wisata utama Paris. Dengan demikian, kebakaran di katedral itu menarik perhatian dunia.

Donald Trump (presiden AS) juga turut berkomentar atas kejadian itu, yang kemudian menjadi bahan cemoohan netizen. Trump meminta para petugas terkait segera bertindak dan mengirim pesawat penyemprot air ke TKP. Namun kantor pemadam kebakaran Paris mengatakan, menumpahkan air sebanyak itu dari ketinggian justru akan menghancurkan keseluruhan bangunan katedral. (af/alalam)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*