Washington,LiputanIslam.com-Bagi pihak-pihak yang masih percaya terhadap janji-janji Amerika, mungkin sudah saatnya untuk berpikir ulang. Amerika sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pelanggar janji, bahkan meski dengan sekutunya sendiri.

Harian Washington Post melaporkan, presiden Amerika, Donald Trump, meminta para penasihatnya untuk bersiap keluar dari perjanjian dagang bebas dengan Korsel. Kemungkinan besar keputusan ini akan dilaksanakan pekan depan.

Berita ini dipublikasikan di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Saat ini Amerika dan Korsel tengah berkoordinasi untuk menghadapi potensi ancaman Korut.

Jika Amerika benar-benar keluar dari kesepakatan dagang ini, hal tersebut bisa mengeruhkan hubungannya dengan Korsel, yang merupakan sekutu kunci Amerika di Asia Timur.

Jubir Gedung Putih mengatakan kepada Washington Post, sejauh ini belum ada pernyataan dari pemerintah, kendati pembahasan tentang hal ini masih berlanjut.

Rencana untuk keluar dari kesepakatan ini adalah bagian dari kebijakan ekonomi Trump. Ada kemungkinan bahwa Seoul akan menanggapinya dengan cara memberlakukan bea cukai atas barang impor dari Amerika.

Menurut laporan yang dikutip Washington Post, sejumlah pejabat Gedung Putih seperti James Mattis (Menhan AS) dan Gary Cohen (direktur Dewan Nasional Ekonomi) berupaya mencegah terwujudnya keputusan ini.

Saat kampanye pilpres dahulu, Trump berjanji akan membatalkan kesepakatan yang diklaimnya “merugikan para pekerja Amerika.”

Hal pertama yang dilakukannya adalah keluar dari perjanjian dagang Samudera Pasifik (APEC), yaitu forum ekonomi 21 negara di Lingkar Pasifik (kecuali China).

Trump juga berulangkali mengkritik perjanjian TTIP dan NAFTA serta mengancam akan keluar dari dua kesepakatan tersebut. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL