Sana’a, LiputanIslam.com — Panel khusus PBB menyebut bahwa agresi panjang yang dilakukan Arab Saudi terhadap Yaman adalah pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan. Serangan udara Saudi, banyak yang menargetkan rakyat sipil.

Karena itulah, DK PBB diminta melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti pelanggaran hukum kemanusiaan di Yaman, dan mengidentifikasi semua pihak yang terlibat dalam kejahatan tersebut.

Selain itu, disebutkan bahwa pesawat tempur Saudi telah melakukan 120 kali serangan mendadak, termasuk serangan di kamp-kamp pengungsi, bus, fasilitas medis, pemukiman penduduk, masjid, pasar, pabrik, gudang makanan, sekolah hingga bandara.

“Banyak serangan yang menargetkan objek sipil. Akibatnya, warga sipil yang terkena dampaknya. Riyadh juga memblokir Yaman, dan menggunakan kelaparan dalam perang adalah sesuatu yang dilarang,” jelas laporan tersebut, seperti dilansir Presstv, (27/1/2016).

Seperti diketahui, Saudi telah memulai agresi terhadap Yaman pada akhir Maret 2015. Serangan ini dimaksudkan untuk melemahkan gerakan Ansarullah, dan mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Al Hadi sebagai penguasa Yaman.

Sekitar 8.300 orang telah tewas, dan 16.000 orang lainnya terluka. Agresi ini juga menimbulkan kerusakan yang parah terhadap infrastruktur Yaman.

Anehnya, walau Saudi memimpin “Koalisi Islam” yang dibentuk dengan klaim memerangi terorisme, namun tidak ada satupun serangan Saudi yang menargetkan kelompok-kelompok teror di Yaman.

“Tidak ada satupun serangan udara Saudi yang menargetkan ISIS ataupun Al Qaeda di Yaman. Pikirkanlah keanehan itu,” tulis Haykal Bafana, seorang aktivis dan pengacara asal Singapura yang kini berada di Yaman melalui akun Twitternya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL