Kabul,LiputanIslam.com-Mantan presiden Afghanistan, Hamid Karzai, mengkritik keras Kabul atas pemboman yang diklaim menargetkan para terduga anggota ISIS. Menurut Karzai, mengizinkan uji coba bom terbesar ini adalah pengkhianatan kepada Afghanistan.

“Jika pemerintah (Afganistan) mengizinkan hal semacam ini, berarti ini sebuah kesalahan dan pengkhianatan nasional. Bagaimana mungkin kalian membolehkan Amerika mengebom negara ini dengan senjata serupa bom atom?”kata Karzai, Sabtu (15/4).

Karzai mempertanyakan kapasitas Ashraf Ghani karena telah memberi izin kepada Amerika. Ghani sangat bergantung kepada dukungan asing untuk mengurus negara. Dia tidak seperti Karzai yang mampu memperoleh dukungan rakyat Afghanistan.

“Pengeboman ini bukan sekedar pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan penghinaan terhadap negeri ini, tapi juga menyisakan dampak negatif selama tahun-tahun mendatang,”ungkap Karzai.

Selama menjabat sebagai presiden, Karzai berulangkali menentang serangan udara yang dilakukan pasukan asing.

Pasca pengeboman ini, kantor Ghani menyatakan, serangan ini telah dikoordinasikan dengan cermat antara pasukan Afghanistan dan Amerika. Menanggapi kritikan Karzai, kantor Ghani mengatakan bahwa tiap warga bisa mengutarakan pendapatnya masing-masing.

Bom GBU-43 yang dijatuhkan Amerika di provinsi Nangarhar disebut-sebut sebagai “induk semua bom.” Bom sepanjang 9 meter ini memiliki daya ledak setara 11 ton TNT. Dikatakan bahwa biaya produksi satu bom ini mencapai angka 16 juta dolar. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL