Ghouta,LiputanIslam.com—Kemajuan demi kemajuan yang diciptakan oleh Pasukan Arab Suriah dalam memberantas kelompok teroris ISIS di Ghouta Timur, semakin membuat mereka terdesak dan akhirnya menggunakan berbagai cara kotor agar bisa keluar dari kondisi tersebut. Kantor berita al-Masdar melaporkan pada Selasa (7/3) bahwa kelompok teroris di Ghouta telah menuduh pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia. Tuduhan tersebut dilakukan untuk mendapatkan simpati dari para pendukung Barat mereka.

Media tersebut juga melaporkan bahwa sejumlah kekuatan Barat yang bekerja di PBB sedang berupaya mempertahankan keberadaan ISIS di Ghouta Timur dari militer Suriah, yang telah memulai operasi pembebasannya bulan lalu.

Media AS telah memberikan konfirmasi bahwa Gedung Putih tengah mempertimbangkan serangan langsung ke Ibu Kota Damaskus, Suriah, menyusul tuduhan penggunaan senjata kimia oleh militer pemerintah Suriah di Ghouta Timur, pada Februari lalu. Meski begitu, Trump enggan berkomentar terkait rencana penyerangan ini.

Organisasi White Helmet, sebagai rekan kelompok teroris ISIS, telah membuat rekayasa barunya untuk menuding militer Suriah menggunakan serangan gas chlorine di Ghouta Timur, dan melukai beberapa orang perempuan dan anak-anak.

Bulan lalu, White helmet melaporkan bahwa tiga warga sipil telah meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalan serangan gas pasukan pemerintah Suriah. Laporan ini diikuti oleh kecaman dari Washington dan sekutu-sekutunya kepada pemerintah Damaskus. Klaim sepihak ini telah ditolak oleh pemerintah Suriah.

Sampai Senin kemarin, sepertiga wilayah Ghouta Timur telah berhasil dikuasai oleh pemerintah Suriah. Pasukan Arab Suriah bersama dengan unit pasukan lainnya tengah bertarung melawan kelompok militan, termasuk Jays al-Islam, Jabhat al-Nusra. (fd/al-Masdar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*