Sanaa,LiputanIslam.com-Menteri energi Saudi mengumumkan, transportasi kapal-kapal tankernya di pesisir barat Yaman dihentikan, menyusul serangan terhadap dua kapal Saudi dalam jangka waktu kurang dari 24 jam.

Khalid al-Falih mengatakan bahwa situasi ini akan berlanjut sampai jalur perlintasan bahari kembali aman seperti semula.

Dia mengklaim, “ancaman-ancaman” Ansharullah telah membahayakan situasi perdagangan dunia.

Al-Falih mengatakan, upaya untuk memindahkan “kapal tanker” yang diserang ke pelabuhan terdekat Saudi terus dilakukan.

Sampai keamanan pelayaran di Selat Bab al-Mandeb pulih kembali, Saudi akan menangguhkan perlintasan semua kapal tanker.

Angkatan laut Yaman pada Kamis pagi (26/7), dalam jangka waktu kurang dari 24 jam,  mampu menyerang sebuah unit kapal lain koalisi Saudi di pesisir barat Yaman. Saudi pada Rabu (25) mengklaim bahwa kapal yang pertama kali diserang adalah kapal tanker.

Di pihak lain, pejuang Yaman mengumumkan bahwa target serangan rudal mereka adalah sebuah kapal perang modern “al-Damam.”

Tampaknya, demi mengurangi dampak militer dari serangan ke kapal perangnya, Saudi merilis klaim soal bahwa yang menjadi target serangan di Laut Merah adalah kapal tanker. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*