London,LiputanIslam.com-Harian Telegraph mengabarkan, perdana menteri Inggris menginstruksikan kapal-kapal selam negara ini bergerak menuju lokasi untuk melakukan serangan rudal ke Suriah.

Menurut Telegraph, serangan ke Suriah mungkin akan dilakukan mulai Kamis malam ini (12/4) hingga setelahnya.

Theresa May pada Rabu kemarin (11/4) menyatakan, Inggris siap bergabung dengan militer AS untuk menyerang Suriah, walaupun tanpa izin dari parlemen.

Media-media Inggris sebelum ini memberitakan, London bersedia bergabung dengan AS, dengan syarat telah menerima bukti-bukti lebih banyak terkait serangan kimia di Douma.

Pemerintah AS juga dikabarkan melakukan persiapan untuk menyerang Suriah, Dalam perkembangan terakhir, seperti yang dilaporkan kanal berita al-Arabiya, Trump akan mengambil keputusan terkait hal ini nanti malam.

Majalah Le Figaro menyebutkan, para komandan militer Prancis telah menyiapkan sejumlah opsi serangan militer ke Suriah untuk diajukan kepada Emmanuel Macron.

Kendati sekjen PBB, Antonio Guterres, masih belum bisa mengkonfirmasi laporan-laporan terkait serangan kimia di Douma, namun negara-negara Barat tetap bersikeras menuduh Damaskus sebagai pelakunya.

Tuduhan ini dilayangkan saat tentara Suriah tengah mendekati Douma untuk menumpas teroris. Menurut para pakar, tentara Suriah tidak butuh tindakan provokatif untuk mewujudkan misi mereka.

Dubes Rusia di Lebanon pada Rabu (11/4) menyatakan, semua rudal yang ditembakkan ke arah Suriah akan dirontokkan, dan lokasi penembaknya juga akan menjadi target serangan balasan. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*