Washington,LiputanIslam.com-Mengutip dari dua sumber anonim, Reuters mengabarkan bahwa pemerintahan Donald Trump telah menghentikan bantuan militer senilai 105 juta dolar untuk Lebanon. Keputusan ini diambil dua hari pasca pengunduran diri Saad al-Hariri dari kursi perdana menteri.

Menurut Reuters, kemenlu AS pada hari Kamis (31/10) memberitahu Kongres bahwa kantor anggaran Gedung Putih dan dewan keamanan nasional telah menyetop bantuan tersebut.

Hari Rabu lalu, Rezim Zionis dikabarkan meminta AS dan negara-negara Barat untuk menghentikan bantuan bagi pemerintah Lebanon. Bantuan akan dilanjutkan asal Beirut mengambil sikap tegas atas Hizbullah.

Baca: Hizbullah Serang Drone Israel di Angkasa Libanon

Situs berita Axios dalam laporannya menulis, pemerintah AS dan Lebanon telah menjalin hubungan baik sejak lama. Namun di masa pemerintahan Trump, berhembus isu-isu soal penghentian bantuan dana untuk Lebanon.

Sebagian besar bantuan dana AS digunakan untuk memperkuat militer Lebanon. Di tahun lalu, AS memberikan bantuan lebih dari 100 juta dolar kepada Lebanon.

Axios menyatakan, banyak pihak di Gedung Putih yang menyetujui penyetopan bantuan ini. Namun Pentagon dan kemenlu AS berpendapat sebaliknya.

Mengutip dari para pejabat Israel, Axios mengklaim bahwa permohonan Israel soal penghentian bantuan ini sudah diutarakan sebelum dimulainya gelombang demo di Lebanon.

Rezim Zionis menyebut Hizbullah telah menyusup di dalam tentara Lebanon. Sebab itu, Tel Aviv mengklaim, bantuan dana dari Barat sebenarnya malah memperkuat Hizbullah.

Beberapa pekan lalu, dubes-dubes Israel di berbagai negara, termasuk AS, diperintahkan untuk menyampaikan pesan soal penghentian bantuan dana bagi Lebanon.

Tel Aviv menegaskan, bantuan harus disetop selama Hizbullah masih menjadi bagian dari pemerintahan Lebanon, dan Beirut tidak bertindak untuk menutup pabrik rudal Hizbullah. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*