London,LiputanIslam.com-Kantor perdana menteri Inggris mengumumkan, kabinet negara monarki itu akan mengadakan rapat darurat hari ini (Senin, 22/7). AFP melaporkan, rapat itu diadakan dengan agenda membahas penyitaan kapal Inggris oleh Iran.

Rencananya, rapat darurat itu akan dipimpin Theresa May, perdana menteri Inggris yang menyatakan akan mundur dari posisinya.

Rapat diadakan sehari sebelum pemilihan perdana menteri baru dan pengunduran diri May.

Baca: Iran Nyatakan Siap Hadapi Segala Skenario Pasca Penyitaan Tanker Inggris

Seorang juru bicara  kantor perdana menteri Inggris mengatakan kepada AFP, sejauh yang ia ketahui dari para menteri dan pejabat terkait, rapat darurat itu akan membahas penjagaan keamanan pelayaran di Teluk Persia.

Alyson King (juru bicara kemenlu Inggris) pada hari Minggu (21/7) menyatakan, meningkatnya ketegangan di Teluk Persia tak akan menguntungkan pihak manapun.

“London akan mengkaji semua opsi untuk merespon penyitaan kapal tanker Inggris oleh Teheran,”kata King saat diwawancarai Sky News.

Jeremy Hunt (menlu Inggris) juga berbicara soal kemungkinan sanksi atas Iran sebagai respon penyitaan kapal. Meski demikian, Phillip Hammond (menteri keuangan Inggris) menyatakan, belum jelas apakah memang ada sanksi yang bisa diberlakukan atas Iran atau tidak.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat (19/7) lalu menahan sebuah kapal tanker Inggris di sekitar Selat Hormuz. Penahanan itu dilakukan atas permintaan Badan Pelabuhan dan Pelayaran Iran.

Menurut Iran, kapal itu ditahan lantaran mematikan semua sistem GPS, menabrak sebuah kapal dagang, tidak menanggapi peringatan dan instruksi pejabat pelayaran, serta melintasi arah yang berlawanan untuk memasuki Selat Hormuz. (af/alalam)

Baca Juga:

Inggris Raya Versus Kedaulatan Iran: Pertaruhan di Selat Hormuz

Twitter Tutup Sumentara Akun-Akun Media Iran

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*