celebrationKarbala, LiputanIslam.com — Jutaan jamaah menyebut di kota Karbala, Irak, untuk memperingati hari kelahiran Sayyidina Husain bin Ali ra, yang merupakan cucu Nabi Muhammad Saw.

Jamaah dari kota-kota di Irak, Lebanon, Pakistan, dan Iran, berkumpul di Karbala tanpa rasa takut, kendati ada ancaman serius dari kelompok Takfiri ISIS. Di kota Sadr misalnya, hari ini ISIS meledakkan bom mobil yang menewaskan 60 orang, dan bertekad untuk menargetkan serangan terhadap Syiah yang dianggap kafir.

Mahmoud Sawaidan, seorang qari asal Lebanon menyatakan bahwa umat manusia bisa mengambil pelajaran dari perjuangan Sayyidina Husain dalam melawan kezaliman dan ketidak-adilan.

Tufail Shah, jamaah asal Pakistan berkata bahwa Sayyidina Husain rela mengorbankan diri dan seluruh keluarganya di jalan Islam dan Allah.

Sejarah mencatat, Sayyidina Husain beserta 72 orang pengikutnya (keluarga dan sahabat-sahabatnya yang setia), gugur syahid pada hari kesepuluh bulan Muharram. Para syuhada ini bertempur di Karbala melawan pasukan Bani Umayyah. Dibandingkan berbaiat kepada penguasa tiran, Sayyidina Husain memilih gugur sebagai syuhada.

Nilai-nilai yang ditorehkan Sayyidina Husain, dinilai sangat relevan terhadap kondisi hari ini. Para tiran yang berjubah agama, atau bertopeng penegak demokrasi dan hak asasi manusia, telah bersekongkol menindas umat manusia di berbagai negara. Meneladani Sayyidina Husain dapat dilakukan dengan melakukan perlawanan terhadap tiran, baik melalui do’a, lisan, maupun tangan. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL