Miyas,LiputanIslam.com-Kementerian Dalam Negeri Saudi mengaku bertanggung jawab atas peledakan sebuah mobil di kawasan Miyas, provinsi Qatif. Ledakan itu mengakibatkan tewasnya dua penumpang mobil tersebut. Yang menjadi pusat perhatian adalah statemen yang dirilis Saudi pasca insiden tersebut.

Dalam statemen itu disebutkan,”Aparat keamanan Saudi telah melacak sebuah mobil Toyota yang dikejar polisi Qatif. Mereka lalu mengambil langkah-langkah yang diperlukan sehingga menyebabkan mobil itu terbakar dan meledak.”

Kemendagri Saudi lalu menegaskan bahwa mereka sedang menyelidiki identitas dua korban yang tewas di mobil itu. Artinya, polisi Saudi meledakkan sebuah mobil begitu saja tanpa mengidentifikasi para penumpangnya terlebih dahulu.

Situs al-Manar menulis, Kemendagri Saudi menjustifikasi tindakan tersebut dengan mengatakan “polisi sedang mengejar mobil tersebut,” tanpa melihat terlebih dahulu siapa orang yang berada di dalamnya.

Ada sejumlah pertanyaan yang muncul dalam hal ini. Pertama, bagaimana bisa sebuah mobil dikejar tanpa menyelidiki siapa penumpangnya? Kedua, jika diasumsikan bahwa telah terjadi tindakan kriminal, apa hubungannya dengan pengejaran mobil tersebut? Bagaimana jika ada anak kecil berada di mobil itu?

Media-media Saudi berusaha mengaburkan permasalahan dengan terus mengulang-ulang dalih bahwa dua korban tewas adalah buronan polisi. Mereka juga terus menegaskan bahwa ledakan mobil itu tidak menimbulkan kerugian di daerah sekitar TKP.

Padahal, seperti yang diutarakan sendiri oleh situs Saudi, al-Arabiya, TKP dikelilingi oleh pasar dan saat senja menjelang magrib, terutama di bulan Ramadan, dipenuhi oleh masyarakat.

Pertanyaannya, bagaimana bisa polisi Saudi berani mengambil risiko meledakkan sebuah mobil buron di tengah kawasan yang ramai penduduk? (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL