Rakhine,LiputanIslam.com—Pembantaian yang dilakukan oleh militer Myanmar kepada orang-orang Rohingya setidaknya telah menyebabkan 400 orang laki-laki, perempuan, dan anak-anak meninggal dunia. Tak hanya itu, ratusan ribu orang Rohingya pun terpaksa pergi meninggalkan kampung halaman mereka menuju negara-negara yang mau membukakan pintu untuk kehadiran mereka, utamanya Bangladesh.

Kini, 500.000 pengungsi Rohingya berada di Bangladesh. Di Bangladesh, sebagian pengungsi itu tinggal di kamp-kamp yang tak terdaftar oleh otoritas Bangladesh. Akibatnya, makanan, minuman, dan berbagai fasilitas hidup lainnya merupakan sesuatu yang sangat sulit didapatkan.

Segala penderitaan yang melanda para pengungsi Rohingya ini telah menghancurkan hati seorang jurnalis  terkemuka al-Jazeera, Saif Khalid dan Showkat Shafi yang telah menyaksikan secara langsung penderitaan yang dialami oleh para pengungsi Rohingya. Dalam sebuah talk show yang digelar pada Senin (16/10), mereka mengungkapkan bahwa derita para pengungsi Rohingya di Bangladesh tidak akan bisa tergambarkan oleh video, gambar, atau pun tulisan .

Hingga kini, orang-orang Rohingya yang terusir dari kampung halaman mereka ini terlunta-lunta. Di tempat pengungsian, berbagai masalah baru pun bermunculan. Di antaranya adalah suplai makanan yang minim dan pembagiannya yang tidak merata. Selain itu, titik terang dari masalah-masalah ini pun tak kunjung muncul. Myanmar masih tetap menolak kehadiran mereka. PBB sebagai organisasi dunia seolah kehilangan taringnya terkait kasus Rohingya ini. Beberapa negara yang bersimpati pada kondisi orang-orang Rohingya hanya mampu memberikan beberapa kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh para pengungsi. Tetapi, bantuan semacam ini hanyalah bantuan sementara yang tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. (fd/al-Jazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL