Baghdad,LiputanIslam.com—Meski berbagai media di Barat mengklaim bahwa tentara Amerika telah menjadi pemandu dalam operasi pembebasan kota Mosul, seorang juru bicara militer Irak justru mengatakan bahwa Amerika tidak berperan dalam pembebasan kota Mosul dari cengkraman ISIS.

Pencapaian terkini di Kota Tua Mosul itu telah berhasil menghantarkan tentara Irak menuju gerbang kemenangan melawan kelompok teroris ISIS.

Juru bicara pejuang Hashd al-Sha’abi, Karim al-Nouri, menyampaikan pernyataannya kepada Kantor Berita Iran bahwa “sisa-sisa kelompok teroris sedang menunggu kematian dan ini sudah pasti.”

“Washington menginginkan agar kemenangan melawan kelompok teroris ISIS ini segera diumumkan dan mereka berharap mendapatkan keuntungan dari kemenangan ini. Tetapi, di sini saya ingin menekankan bahwa kemenangan ini merupakan kemenangan yang diperjuangkan oleh rakyat Irak dan Amerika sama sekali tidak berperan dalam hal ini,” ucapnya.

Para pejuang Hashd al-Sha’abi, bersama dengan seluruh suku dan mazhab keagamaan, telah bergabung dengan pasukan pemerintah dalam operasi melawan kelompok ISIS yang menduduki Irak. Mereka telah dilegalisasi oleh parlemen Irak November lalu.

Para tentara Hashd, lanjut Nouri, telah turut serta dalam pemulihan keamanan di Irak serta mencegah pecahnya kesukuan di Mosul.

“Perpecahan di Mosul ini disebabkan oleh Turki dan beberapa partai lokal, tetapi Hashd al-Sha’abi berhasil menggagalkan sepak terjang mereka. Selain itu, kami juga melarang konspirasi yang didengungkan oleh pihak musuh untuk memecah belah Mosul dan beberapa wilayah lainnya.”

Nouri mengatakan bahwa semua wilayah yang telah terbebaskan dari cengkeraman ISIS akan berada di bawah kendali pemerintah Irak. Ia menambahkan bahwa kota ini tidak akan berubah secara demografis. Komunitas yang beragam baik itu Arab maupun Kurdi, akan tetap hidup berdampingan di kota ini dengan damai.

“Setiap orang sepakat dengan konstitusi yang ada dan pemerintah wilayah Kurdi pun tidak akan menentang hal ini,” ungkapnya.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS, yang telah menembakkan bomnya di Irak dan Suriah dalam dua tahun terakhir, tidak pernah serius untuk memerangi ISIS.

“Tindak-tanduk ISIS searah dengan keinginan unit keamanan negara AS. Selain itu, koalisi internasional itu tidak hanya bertempur untuk memerangi ISIS, tetapi terkadang mereka juga memberikan bantuannya kepada kelompok teroris tersebut,” pungkas Nouri.

Menurutnya, orang-orang Amerika benar-benar tidak dapat diandalkan. “Para pemimpin AS selalu mengklaim diri mereka sebagai pihak yang bertempur melawan terorisme, tapi faktanya tidak selalu seperti itu,” Tegasnya. (fadel/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL