barang antikDamaskus, LiputanIslam.com — Kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mendapatkan uang yang berkisar $150 juta-$200 juta per tahunnya dengan melakukan transaksi ilegal atas barang-barang antik yang dijarah di wilayah yang berhasil mereka kontrol. Hal ini dilaporkan oleh duta Rusia untuk PBB, dalam rilis resmi yang dikeluarkan kemarin, Rabu, (6/4/2016).

“Sekitar 100.000 benda-benda budaya yang memiliki nilai global, termasuk 4.500 situs arkeologi, sembilan diantaranya termasuk di dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, berada di bawah kendali ISIS yang menguasai beberapa kawasan Suriah dan Irak,” tulis Vitaly Churkin kepada Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir Al Alam.

Menurut Churkin, penjualan barang antik di pasar gelap dilakukan oleh divisi khusus barang antik yang berada di bawah kontrol Kementrian Sumber Daya Alam ISIS. Dengan stempel divisi itu, anggota ISIS diizinkan untuk menggali, menghancurkan dan mengangkut barang antik.

Selain soal hitungan laba, Churkin juga menuduh keterlibatan pihak-pihak di Turki dalam penyelundupan dan penjualan barang-barang antik jarahan kelompok ISIS.

”Pusat utama untuk penyelundupan item warisan budaya adalah Kota Gaziantep, Turki, di mana barang curian dijual, di lelang dan kemudian dipasarkan melalui jaringan toko-toko antik, termasu di pasar lokal,” tambah Churkin.

Para pejabat Turki belum berkomentar atas tuduhan Rusia. Kedua negara ini telah terlibat ketegangan sejak pesawat tempur Rusia ditembak jatuh Turki di dekat perbatasan Suriah pada November 2015 lalu. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL