London,LiputanIslam.com-Seorang anggota parlemen Inggris mengklaim, perdana menteri baru negara ini akan mengikuti langkah AS dalam menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA).

Klaim ini disampaikan Matthew Offord dari Partai Konservatif, Selasa (23/7) saat diwawancarai media Zionis, i24 News.

Boris Johnson (mantan menteri luar negeri Inggris) pada hari Senin (22/7) mengalahkan Jeremy Hunt (menlu Inggris saat ini) dalam persaingan merebut posisi perdana menteri.

Baca: Boris Johnson Resmi Terpilih Sebagai Perdana Menteri Inggris

Offord berpendapat, Inggris harus bersikap “sangat tegas” terhadap Iran. Dia meyakini negaranya akan mengikuti jejak Donald Trump yang keluar dari JCPOA.

“Kesepakatan ini dipertahankan oleh Prancis dan Jerman. Tapi saya pikir, pemerintahan Boris Johnson akan melanjutkan jalan Trump. Dia akan mengatakan bahwa JCPOA bukan lagi kesepakatan efektif dan akan menjatuhkan sanksi atas Iran,”ujar Offord.

Anggota parlemen Inggris ini meyakini, perundingan baru terkait JCPOA kemungkinan akan menjadi opsi terbaik untuk keluar dari situasi saat ini tanpa terjadinya konfrontasi langsung.

“Kami harus melihat apa yang bisa diberikan kepada Iran, tanpa mengurangi martabat Inggris. Sehingga kami bisa yakin Iran akan menghentikan tindakan-tindakan mereka,”tandas Offord.

Setahun lebih usai AS keluar dari kesepakatan nuklir, negara-negara Eropa sendiri tidak melaksanakan komitmen mereka untuk mengatasi dampak keluarnya Washington. Untuk merespon sikap pasif Eropa, Iran lalu mengumumkan pengurangan komitmennya di JCPOA. Langkah ini bukanlah pelanggaran JCPOA dan masih dalam koridor kesepakatan nuklir itu. (af/alalam)

Baca Juga:

Iran Tak Akan Menunggu Trump Lengser

RGC: Iran Bisa Beralih ke Strategi Ofensif Jika Musuh Salah Perhitungan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*