Washington,LiputanIslam.com-Mantan presiden AS, Jimmy Carter, menegaskan bahwa perdamaian, walau tidak sempurna, jauh lebih baik dari perang yang terus berlanjut di Suriah. Dia meminta agar AS dan negara-negara Barat berkompromi dengan Damaskus.

Dikutip dari New York Times, Carter menyatakan bahwa Barat dan sejumlah negara Timur Tengah sejak 2011 hanya berfokus untuk melengserkan Bashar Assad. Hal inilah yang menyulitkan mereka untuk mengkaji opsi-opsi lain terkait Suriah.

Mantan presiden AS periode 1977-1981 ini menilai, slogan pelengseran Assad sudah mulai memudar. Namun sejumlah kebijakan Barat masih berkutat pada isu ini. Menurutnya, di masa sekarang ini, sebaiknya kemampuan Damaskus untuk menempuh jalur baru, yang kelak akan berujung pada berakhirnya perang, harus diuji.

Donald Trump, kata Carter, telah menunjukkan kecenderungan untuk menerima Assad tetap berkuasa di Suriah dan ingn memulangkan tentara AS. Meski demikian, perlu ada langkah-langkah lain untuk menghentikan perang di Suriah. Carter berpendapat, negara-negara Barat, termasuk AS, harus memulai kerjasama dengan pemerintah Damaskus.

“Hal ini bisa dilakukan dengan membuka kembali kedubes-kedubes mereka di Suriah. Sebab, ketiadaan para diplomat Barat (di Suriah) akan berujung pada hilangnya banyak peluang,”kata Carter.

Guna mengatasi krisis di Suriah, langkah pertama adalah semua pihak harus mencari solusi politik untuk mengakhiri perang. Carter menilai, diabaikannya Perjanjian Damai Jenewa, baik oleh Suriah atau Barat, hanya akan menyebabkan kesengsaraan dan ketidakstabilan di negara itu.

“Penghentian perang di Suriah harus menjadi prioritas, sebab banyak warga Suriah berkesimpulan, perdamaian apa pun, walau cacat, lebih baik dari kekerasan yang berlanjut di negara mereka,”pungkas Carter. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*