hillaryLos Angeles, LiputanIslam.com—Pengamat politik Amerika keturunan Iran, Prof. Muhammad Sahimi menyatakan kekhawatirannya bila kandidat presiden AS, Hillary Clinton, menang dalam pemilihan presiden mendatang. Sahimi menyimpulkan, dari rekam jejak Hillary selama ini, serangan ke Iran dengan menggunakan senjata nuklir, mungkin terjadi.

Menurut Sahimi, rekam jejak Hillary dalam politik luar negeri menunjukkan bahwa dia adalah penghasut perang yang sangat terlibat dalam memicu pertumpahan darah dan penghancuran di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dalam kampanyenya tahun 2008, Hillary pernah mengeluarkan pernyataan berikut pada sebuah wawancara, “Saya ingin orang-orang Iran tahu bahwa jika saya menjadi presiden, kami akan menyerang Iran. Dalam sepuluh tahun mendatang, dimana mereka secara bodoh mungkin mempertimbangkan akan menyerang Israel, kita harus mampu melenyapkan mereka secara total.”

Pernyataan seperti ini, menurut Sahimi, secara jelas menunjukkan bahwa watak asli Hillary adalah penghasut perang. Dia tidak mengatakan “akan menyerang Iran bila Iran menyerang Israel”, melainkan dia mengancam akan melenyapkan (obliterate) Iran, sebuah negeri berperadaban tua yang banyak berkontribusi bagi kemanusiaan.

“Penggunaan kata “obliterate” bermakna satu hal: dia akan menyerang Iran dengan menggunakan senjata nuklir,” tegas Sahimi. (dw/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL